Sedih! Kisah Pengorbanan Kakek Umar Berikan Pelampung Terakhir ke Cucunya Saat Tragedi Tenggelamnya KM Nurul Salsa

SuaraNasional – Tragedi naas menimpa Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang berlayar dari Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kejadian berawal ketika kapal yang membawa puluhan penumpang tersebut mengalami gangguan mesin di tengah lautan. Situasi yang awalnya relatif tenang perlahan berubah menjadi mencekam ketika mesin kapal tak kunjung menyala, sementara hantaman gelombang laut yang tinggi terus menerus menerjang lambung kapal hingga menyebabkan kapal oleng dan air mulai masuk. Di tengah kepanikan penumpang yang berusaha menyelamatkan diri sebelum kapal benar-benar karam, terukir sebuah momen memilukan tentang pengorbanan dan kasih sayang seorang kakek bernama Umar.

Di tengah detik-detik krisis tersebut, Kakek Umar yang berusia 80 tahun berada bersama cucu perempuannya, Naurah. Melihat keterbatasan sarana keselamatan dan bahaya yang kian nyata, Kakek Umar mengambil keputusan ikhlas untuk tidak mengenakan jaket pelampung bagi dirinya sendiri, melainkan memasangkan pelampung terakhir yang ada ke tubuh cucunya demi memperbesar peluang keselamatan sang anak. Sebuah foto momen terakhir Kakek Umar yang duduk berhadapan dengan sang cucu sebelum kapal tenggelam sempat terkirim kepada kerabatnya dan viral di media sosial, menjadi potret menyayat hati yang memicu rasa haru serta simpati mendalam dari masyarakat luas.

Ketika ombak besar kembali menghantam dan menenggelamkan KM Nurul Salsa, seluruh penumpang terpental ke lautan. Kesaksian dari korban selamat mengungkapkan bahwa Kakek Umar terseret ke dalam laut bersama arus, sedangkan cucunya yang telah mengenakan jaket pelampung terpisah mengapung di lautan. Peristiwa memilukan ini menambah daftar panjang duka dari tragedi maritim tersebut, di mana puluhan penumpang harus bertahan hidup hari demi hari di tengah laut menggunakan rumpon maupun rakit darurat sebelum berhasil dievakuasi.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan yang melibatkan Basarnas, aparat kepolisian, dan para nelayan setempat terus menggencarkan operasi pencarian dan pertolongan di sekitar perairan Pulau Polassi, Selayar. Dari puluhan penumpang yang berada di dalam kapal, mayoritas korban berhasil ditemukan selamat dan dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis, sementara beberapa lainnya dilaporkan meninggal dunia. Adapun keberadaan Kakek Umar beserta cucunya dan beberapa anggota keluarga lainnya masih dinyatakan hilang, sehingga nama mereka terus menjadi fokus utama dalam pendataan serta operasi pencarian tim penyelamat di lapangan.