Kecewa! Kantor PLN Palangka Raya Dilempar 1.500 Bangkai Ayam! Ini Penyebabnya!

SuaraLokal — Eskalasi kekecewaan masyarakat Kalimantan Tengah terhadap krisis kelistrikan mencapai puncaknya. Aksi demonstrasi yang digalang oleh Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) bersama Perhimpunan Insan Perunggasan (Pinsar) Kalteng di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani, berakhir ricuh dan diwarnai aksi teror bau busuk yang menyengat. Kecewa karena pimpinan tertinggi PLN tak kunjung menemui mereka, massa nekat menumpahkan satu unit mobil pikap berisikan sekitar 1.500 ekor bangkai ayam tepat di halaman dan depan pintu masuk kantor PLN, disusul dengan tindakan penyegelan kantor secara simbolis.  

Gelombang protes ini bermula dari akumulasi amarah peternak ayam lokal dan masyarakat luas atas pemadaman listrik berulang yang melanda wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Krisis kelistrikan ini berdampak fatal pada peternakan modern yang menerapkan sistem kandang tertutup (close house). Sistem ini sangat bergantung pada suplai energi listrik untuk menyalakan pengatur suhu dan sirkulasi udara (blower). Ketika listrik padam tanpa kepastian jadwal, sirkulasi udara terhenti seketika, menyebabkan suhu di dalam kandang melonjak drastis dan membunuh ribuan ayam ternak secara mendadak hanya beberapa hari jelang masa panen. Tak main-main, kerugian yang ditanggung para peternak dan pelaku UMKM diperkirakan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.  

Kronologi aksi berdarah dingin ini dimulai pada Selasa (28/7/2026) dalam demonstrasi jilid pertama. Saat itu, massa yang mendatangi Kantor PLN UP3 Palangka Raya menuntut agar General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng hadir secara langsung untuk menjelaskan penyebab pemadaman serta memberikan kepastian kompensasi. Namun, karena tidak mendapat jawaban yang memuaskan dan merasa diabaikan, massa kembali melancarkan aksi aksi jilid II pada Rabu (29/7/2026) dengan jumlah massa yang jauh lebih besar dan tindakan yang lebih agresif.  

Ketegangan makin meluap ketika hingga hari kedua demonstrasi berlangsung, pimpinan PLN yang ditunggu tak kunjung memunculkan batang hidungnya. Sebagai bentuk protes puncak atas kerugian nyata yang diderita peternak, massa kemudian memundurkan satu unit mobil pikap yang mengangkut 1.500 ekor bangkai ayam yang sudah membusuk. Ribuan bangkai ayam itu ditumpahkan dan dilemparkan ke arah halaman serta teras kantor. Bau bangkai yang sangat tajam seketika menyeruak di sekitar kawasan Jalan Ahmad Yani. Tak berhenti di situ, sebelum membubarkan diri di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian, massa aksi memasang spanduk tuntutan serta menyegel pintu masuk Kantor PLN UP3 Palangka Raya sebagai simbol hilangnya kepercayaan publik terhadap pelayanan PLN.