SuaraNasional – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan mengejutkan yang langsung memicu riuh satu ruangan dalam pidatonya di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi. Dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan tegas, Prabowo secara blak-blakan menyentil realitas internal partai politik (parpol) di Indonesia yang dinilainya diisi oleh dua kutub ekstrem: kelompok patriot dan kelompok “bajingan”.
Pernyataan keras ini disampaikan di tengah seruan sang Kepala Negara agar seluruh elemen bangsa menyudahi polarisasi dan perselisihan pasca-kontestasi politik.
Sentilan Keras untuk Partai Politik
Di hadapan para tamu undangan, Prabowo awalnya mengingatkan pentingnya persatuan nasional untuk mencapai keberhasilan bangsa. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara yang bisa maju jika elemen di dalamnya terus-menerus bertikai.
“Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian. Tidak ada. Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga, apa pun latar belakang kita, apa pun suku kita, apa pun partai kita,” ujar Prabowo dengan nada tinggi yang disambut tepuk tangan riuh.
YouTube
Namun, suasana forum mendadak tegang bercampur riuh saat Prabowo melanjutkan kalimatnya dengan membongkar borok internal partai tanpa tebang pilih.
“Semua partai banyak patriot, dan semua partai banyak bajingannya juga!” tegas Prabowo lugas.
YouTube
Bukan Pertama Kali Bicara ‘Bajingan’
Pernyataan sarkas ini menambah daftar panjang diksi berani yang digunakan Prabowo di forum resmi. Setahun sebelumnya, pada Februari 2025 dalam acara Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Prabowo juga sempat menghebohkan publik dengan kata serupa.
Saat itu, posisinya sebagai pihak yang diserang. Ia menceritakan secara santai bagaimana dirinya kerap dicemooh oleh lawan politiknya.
“Ada yang katakan saya ini bajingan tolol, nggak papa,” seloroh Prabowo kala itu, menegaskan bahwa ia memilih fokus bekerja ketimbang membalas makian.
Pesan di Balik Diksi Keras
Secara holistik, penggunaan kata “bajingan” oleh Prabowo dalam forum Hari Koperasi 2026 ini bukan sekadar luapan emosi spontan, melainkan strategi komunikasi politik untuk membumi dan menyentil para politisi yang kerap merasa paling bersih.
Melalui analogi tersebut, Prabowo ingin menyampaikan pesan objektif: setiap kelompok politik pasti memiliki kader yang berintegritas (patriot) sekaligus kader yang oportunis atau korup (bajingan). Oleh karena itu, ia meminta seluruh parpol berhenti saling menyerang secara munafik dan fokus bergotong-royong membangun negara.
Hingga berita ini diturunkan, potongan video pidato “Semua Partai Banyak Bajingannya” tersebut tengah viral di berbagai platform digital dan memicu perdebatan hangat di kalangan pengamat serta warganet.
