Bikin Kaget! Di Depan Publik, Menteri Bappenas Blak-blakan Lebih Pilih Bagi MBG Dibanding Lowongan Kerja!

SuaraNasional — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebutuhan mendesak yang harus diprioritaskan. Bahkan, ia menyebut pemenuhan gizi ini jauh lebih mendesak ketimbang pembukaan lapangan kerja baru untuk saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat saat menghadiri acara Prasasti Economic Forum di Jakarta. Ia menyadari bahwa perbandingan antara program makan gratis dan penyediaan lapangan kerja kerap memantik perdebatan publik. Meski demikian, menurutnya pemenuhan gizi mendasar merupakan fondasi utama sebelum bicara soal produktivitas tenaga kerja.

“Pada waktu saya ditanya, mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting? Penting sekali. Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja,” ujar Rachmat Pambudy dalam forum tersebut.

“MBG penting, lapangan kerja penting, tetapi MBG lebih mendesak. Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati,” tegasnya menambahkan.

Rachmat mengungkapkan alasan di balik pandangan tersebut. Ia merujuk pada realitas di lapangan di mana masih banyak masyarakat, khususnya anak-anak di daerah pelosok, yang mengalami kelaparan hingga berdampak buruk pada kualitas pendidikan dan tumbuh kembang mereka.

“Cobalah lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa kita, mereka lapar, mereka kelaparan. Ketika saya harus mendampingi Pak Presiden meresmikan sekolah rakyat, anak-anak kita SMP, SMA tidak bisa baca tulis. Dan itu banyak sekali,” ungkap Menteri Bappenas.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat pembangunan infrastruktur sosial melalui program MBG. Rachmat meminta publik tidak memandang pembangunan hanya sebatas fisik seperti jalan atau gedung, melainkan juga gizi dan kesehatan SDM. Pemerintah optimistis bahwa krisis gizi buruk dapat diintervensi sejak awal, sehingga generasi mendatang memiliki kapasitas fisik dan intelektual yang siap untuk bersaing di dunia kerja.