Demi Lihat Jokowi, Warga Kupang Nekat Panjat Pohon dan Naik Mobil Boks!

SuaraNasional – Kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan El Tari, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (1/8/2026) mendadak menghebohkan dan menjadi pusat perhatian ribuan warga. Suasana CFD yang biasanya dipenuhi oleh masyarakat yang sekadar berolahraga pagi berubah menjadi riuh dan padat merayap begitu mantan kepala negara tersebut tiba untuk mengikuti kegiatan jalan santai di sela-sela agenda kunjungannya di NTT.

Antusiasme masyarakat Kupang terlihat sangat luar biasa demi bisa menyaksikan Jokowi dari dekat. Banyak di antara warga yang membawa sketsa gambar wajah mantan presiden tersebut, hingga aksi nekat beberapa orang yang rela memanjat pohon di tepi jalan demi mendapatkan pandangan yang jelas dari atas kerumunan. Seorang warga mengaku tidak takut jatuh saat memanjat pohon karena sudah terbiasa, demi hanya ingin memandang dan menyapa figur yang dikaguminya. Tak hanya itu, sejumlah anak-anak juga terlihat menaiki bagian atas mobil boks yang terparkir sambil melambaikan tangan dan berteriak kegirangan memanggil nama Jokowi.

Kehebohan terus berlanjut di sepanjang rute perjalanan jalan santai. Kelompok ibu-ibu hingga pemuda saling berdesakan untuk sekadar bersalaman, meminta foto bersama, hingga berharap mendapatkan kaus souvenir yang dibagikan secara langsung. Teriakan dipadu panggilan antusias saling bersahutan memutus keheningan pagi, memohon agar Jokowi menoleh ke arah barisan warga yang memadati pembatas jalan. Kehangatan warga ini membuktikan betapa magnet dan daya tarik Jokowi masih sangat kuat dirasakan oleh masyarakat di kawasan timur Indonesia.

Kunjungan Jokowi ke kawasan CFD ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian agendanya di Kota Kupang sejak tiba pada Jumat (31/7/2026). Selain menyapa masyarakat di area terbuka, agenda kerja dan silaturahmi mantan presiden di NTT ini juga diwarnai dengan kehadiran pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda), perjumpaan dengan para tokoh adat tempat beliau diangkat dan dinobatkan sebagai bagian dari keluarga kerajaan di Pulau Timor, serta peninjauan berbagai potensi daerah setempat seperti penguatan komoditas rumput laut di Nusa Tenggara Timur.