SuaraInternasional — Kejaksaan Agung Ekuador secara resmi menjatuhkan dakwaan terhadap tujuh orang terduga dalang utama di balik pembunuhan tragis calon presiden sekaligus politikus antikorupsi Fernando Villavicencio pada Minggu (9/8/2026). Di antara tujuh tersangka yang didakwa sebagai pelaku tidak langsung (indirect perpetrators), terdapat nama mantan Menteri Dalam Negeri Ekuador era Presiden Rafael Correa, José Serrano, mantan anggota parlemen Ronny Aleaga, pengusaha Xavier Jordan, serta empat orang yang terafiliasi dengan geng narkoba multinasional Los Lobos—termasuk pimpinan tertinggi geng tersebut, Wilmer Chavarria alias “Pipo”. Penjatuhan dakwaan ini menjadi titik balik penting setelah penyelidikan panjang atas tragedi kelam yang mengguncang peta politik Amerika Selatan tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan tim jaksa penuntut, aksi pembunuhan berencana terhadap Villavicencio pada 9 Agustus 2023 di Quito dipandani dan dirancang oleh Xavier Jordan dengan imbalan mencapai 1 juta dolar AS. Sementara itu, mantan Mendagri José Serrano dituduh memanfaatkan pengaruh dan jaringannya di tubuh kepolisian nasional untuk membocorkan informasi celah pengamanan serta titik lokasi presisi Villavicencio kepada para eksekutor lapangan dari geng Los Lobos. Sebelum tewas ditembak usai menggelar kampanye hanya 11 hari menjelang pemilu, Villavicencio—yang dikenal sebagai jurnalis investigasi antikorupsi vokal—memang kerap menerima ancaman pembunuhan dari kartel narkoba dan kelompok kejahatan terorganisir. Penetapan para pejabat tinggi dan gembong narkoba sebagai tersangka ini menegaskan komitmen penegak hukum Ekuador dalam membongkar tuntas simpul korupsi politik dan jaringan kejahatan terorganisir hingga ke akar-akarnya.
