Bukan Invasi Negara! Terungkap Alasan Sebenarnya Arab Saudi Nekat Bombardir Wilayah Irak Bersama Pasukan AS

SuaraInternasional — Eskalasi militer di kawasan Timur Tengah kian membara setelah Arab Saudi bersama Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara gabungan yang menyasar wilayah Irak. Meski langkah militer ini menuai reaksi keras dan ancaman krisis diplomatik di kawasan, pihak Kerajaan Arab Saudi akhirnya angkat bicara untuk menglarifikasi motif utama di balik aksi membombardir tersebut. Seorang pejabat senior Arab Saudi menegaskan bahwa operasi militer yang dilancarkan Kerajaan murni menargetkan kelompok milisi yang disokong Iran dan sama sekali tidak ditujukan kepada pemerintah maupun rakyat Irak.


Dalam keterangannya kepada Al Arabiya, pejabat senior Saudi tersebut menjelaskan bahwa jet-jet tempur Kerajaan berkoordinasi dengan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) untuk menggempur sejumlah fasilitas logistik serta gudang penyimpanan senjata milik milisi pro-Iran, termasuk kelompok Hashed Al Shaabi, yang berada di kawasan Irak timur. Operasi presisi ini dilaporkan menewaskan sekitar 20 anggota milisi dan melukai puluhan lainnya. Pihak Riyadh menegaskan keputusan untuk melancarkan serangan ini diambil sebagai opsi terakhir setelah seluruh jalur diplomatik dan politik menemui jalan buntu, serta setelah Arab Saudi menahan diri selama beberapa bulan terakhir menghadapi gangguan keamanan.


Langkah tegas koalisi AS-Saudi ini dilatarbelakangan oleh gelombang ancaman keamanan yang melintasi batas negara. CENTCOM dan Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa serangan balasan tersebut merupakan respons atas lebih dari 30 serangan drone dan rudal yang diluncurkan oleh milisi pro-Iran dalam kurun waktu 72 jam terakhir. Serangan-serangan tersebut diarahkan langsung ke pangkalan militer AS serta fasilitas energi dan minyak vital milik Kerajaan di wilayah timur Arab Saudi. Pihak Riyadh menilai tindakan milisi yang bergerak atas arahan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ini telah memanfaatkan wilayah serta sumber daya Irak untuk merusak stabilitas tetangga mereka.


Meskipun operasi militer tersebut menuai kecaman dari pihak Baghdad yang menganggap tindakan militer asing sebagai pelanggaran kedaulatan, sumber resmi Arab Saudi menepis tuduhan bahwa Kerajaan sedang berusaha memperkeruh suasana atau memicu ketegangan sektarian di kawasan. Riyadh menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga hubungan bilateral dan persaudaraan yang kuat dengan pemerintah serta rakyat Irak. Operasi militer ini diklaim murni berfokus pada pelemahan kapasitas tempur kelompok milisi bersenjata yang mengancam infrastruktur sipil, perekonomian, dan keamanan nasional Arab Saudi serta mitra regionalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *