SuaraNasional – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang. Pergantian kepemimpinan ini dilakukan secara cepat oleh Istana setelah Nanik mengajukan pengunduran diri secara resmi dengan alasan fokus menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Mengingat BGN memegang peranan krusial dalam mengeksekusi program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG), pengisian posisi Kepala BGN dipandang sangat mendesak agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di lembaga yang strategis tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penunjukan Sudaryono didasari oleh keterlibatannya sejak awal dalam merancang konsep dan teknis pelaksanaan program MBG. Selain itu, latar belakangnya sebagai Wamentan dipandang sangat strategis karena Kementerian Pertanian merupakan penyokong utama pasokan bahan baku pangan seperti beras, telur, daging, dan sayuran. Sudaryono juga dinilai sebagai figur yang siap langsung bekerja tanpa memerlukan masa adaptasi panjang, sehingga alur eksekusi program Makan Bergizi Gratis di lapangan dapat terus berjalan tanpa hambatan.
Dari segi kredibilitas dan rekam jejak, Sudaryono memiliki latar belakang pendidikan serta pengalaman yang selaras dengan bidang tata kelola pangan dan manajemen. Ia merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara dan National Defense Academy of Japan, serta memegang gelar S2 Manajemen dari Swiss German University. Lebih lanjut, ia juga telah meraih gelar Doktor Manajemen dan Bisnis dari IPB University dengan predikat sempurna. Pengalaman profesionalnya mencakup pengelolaan bisnis agribisnis di sektor distribusi daging dan perikanan, serta kepemimpinan di Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Kedekatannya dengan Presiden Prabowo sejak menjadi asisten pribadi pada 2010 juga memberi nilai tambah dalam menyelaraskan visi kepemimpinan secara langsung.
Berdasarkan laporan dari berbagai sumber media nasional, Mensesneg mengonfirmasi bahwa Sudaryono menjabat sebagai Kepala BGN secara definitif dan melepaskan jabatannya sebagai Wakil Menteri Pertanian guna menghindari benturan kepentingan dan rangkap jabatan. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK per Maret 2026, Sudaryono mencatatkan total harta kekayaan sebesar Rp31,39 miliar yang didominasi oleh aset tanah, bangunan, kendaraan, serta kas dan setara kas.
