Langit Jazan Merah Membara! Mencekam, Hujan Rudal Houthi Ratakan Kilang Aramco saat Subuh: Pasokan Minyak Dunia Terancam Lumpuh?

SuaraInternasional — Suasana subuh di pesisir Laut Merah seketika berubah menjadi mimpi buruk mencekam setelah gelombang monster rudal dan drone pembunuh menghantam tanpa ampun jantung energi Arab Saudi. Kompleks penilangan minyak Saudi Aramco di Jazan mendadak berubah menjadi lautan api raksasa dalam serangan balasan paling mengerikan yang diluncurkan militer Houthi Yaman, meretas ketenangan kawasan dan memicu kepanikan massal akan ancaman krisis energi global.

Prahara mematikan ini berawal dari gempuran rahasia jet tempur Kerajaan Arab Saudi yang membombardir markas Houthi di Hodeidah dan Pulau Kamaran. Tak butuh waktu lama, juru bicara militer Houthi Yahya Saree langsung mengumumkan operasi pembalasan mematikan yang menargetkan titik vital ekonomi terbesar Kerajaan, mengubah fasilitas strategis di pesisir Laut Merah menjadi sasaran empuk hujan proyektil balistik.

Detik-detik mencekam terjadi tepat saat warga terbangun di pagi hari, ketika sirine bahaya melengking dan benturan dahsyat mengguncang tanah Jazan hingga membuat jadwal penerbangan komersial mendadak lumpuh total. Meskipun benteng udara koalisi berupaya keras melumpuhkan ancaman di langit, sejumlah rudal jelajah tembus dan menghantam langsung kilang Aramco hingga memicu ledakan beruntun yang menggelegar ke seluruh penjuru kota.

Hantaman dahsyat tersebut membakar fasilitas raksasa berkapasitas 400.000 barel per hari hingga kepulan asap hitam pekat menutup langit subuh. Kebenaran peristiwa mencekam ini terbukti sah setelah sensor termal satelit NASA (FIRMS/VIIRS) menangkap lonjakan suhu ekstrem pada pukul 04.17 pagi waktu setempat, memaksa Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi mengaktifkan sinyal bahaya nasional sebelum akhirnya armada pemadam dikerahkan habis-habisan.

Kini, di tengah bungkamnya otoritas terkait jumlah korban, dunia menatap cemas ke arah Selat Bab el-Mandeb karena ancaman kelangkaan BBM dan lonjakan gila-gilaan harga minyak mentah mulai membayangi pasar global akibat tragedi serangan balik tak terduga ini.